Pemerintahan Jokowi

Pengumuman kabinet di Istana Merdeka, Jakarta, 26 Oktober 2014. - WSJ
Pengumuman kabinet di Istana Merdeka, Jakarta, 26 Oktober 2014. – WSJ

Joko Widodo pernah berjanji akan mengakhiri “politik transaksional” dalam masa kepresidenannya. Namun, jajaran menteri yang baru saja diambil sumpah jabatannya pada Senin lalu jelas menunjukkan adanya politik dagang sapi. Para analis politik dan ekonomi kecewa. Indeks saham dan rupiah merosot.

Kecaman itu tak tepat sasaran. Joko Widodo, yang dikenal luas sebagai Jokowi, masih berada di posisi yang tepat untuk dapat menjalankan agenda reformasi.

Joko Widodo pernah berjanji bahwa 18 dari 34 pos menteri akan diisi oleh para profesional. Ia memenuhi janji tersebut. Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro memiliki latar belakang akademis sebagai ekonom dan pengalaman praktis sebagai wakil menteri. Ignasius Jonan pilihan bagus sebagai menteri transportasi, dan ia akan menjadi kunci dalam upaya memperbaiki jalan dan rel kereta api. Menteri Kelautan Susi Pudjiastuti adalah pelaku wiraswasta mandiri.

Hal yang sama penting adalah mereka yang tidak berada di kabinet. Presiden membuat gebrakan dengan menyerahkan nama para calon menteri kepada Komisi Pemberantasan Korupsi guna diperiksa. Delapan di antara calon tersingkir. Tindakan politis yang populer itu memungkinkannya untuk menghapus nama dari daftar tanpa memicu konflik. Sang presiden pun akan memiliki posisi menguntungkan dalam meladeni penyelidikan dugaan korupsi oleh pihak lawan.

Bagaimanapun, kabinet Jokowi takkan terlalu berpengaruh karena medan kuasa dan pengambilan kebijakan sesungguhnya adalah Kantor Kepresidenan. Joko Widodo berencana memusatkan sejumlah sekretariat yang biasanya berada di berbagai wilayah kebijakan yang berbeda. Ia juga ingin menunjuk seorang kepala staf, ala pemerintahan Amerika Serikat. Presiden baru pun akan berbicara langsung kepada media dan khalayak luas, tidak lagi melalui juru bicara.

Hal tersebut selaras dengan gaya sang presiden, yang acap kali melakukan kunjungan mendadak demi mengetahui kondisi riil suatu daerah. Pelepasan diri dari gaya kepemimpinan lama ala raja-raja Jawa mencetak hasil dramatis saat Joko Widodo menjadi walikota Solo dan gubernur DKI Jakarta. Walaupun muncul ketakutan bahwa Jokowi akan kewalahan menghadapi jabatan, ia telah mengubah aturan.

Jokowi hampir gagal bulan lalu setelah Koalisi Merah Putih mengubah aturan dan mengisi semua posisi kepemimpinan di DPR. Secara teori, mereka akan mampu mengubah isi Undang-undang Dasar dan bahkan memakzulkannya. Dalam wawancara dengan The Wall Street Journal, adik Prabowo, Hashim Djojohadikusumo, pernah berjanji akan mengganjal agenda Joko Widodo.

Kendati demikian, Presiden jelas ingin menjadi pemimpin transformatif. Ia bertindak benar saat menghindari kompromi dengan kalangan elite lama. Jokowi akan memanfaatkan hubungannya dengan masyarakat guna menyiasati tentangan dari anggota dewan legislatif, seperti yang dilakukannya di Solo dan Jakarta. Sejalan dengan upaya Jokowi memerangi korupsi dan memangkas rantai birokrasi, Prabowo akan berada dalam posisi ganjil jika menentang kebijakan populer. Retorika Prabowo pun telah melunak, menandakan perlawanan yang terang-terangan mulai berubah menjadi bentuk yang lebih halus.

Kelemahan Jokowi adalah ambisi pribadinya. Ia berjanji menggelontorkan dana besar untuk desa, layanan kesehatan gratis, dan wajib belajar 12 tahun, pun investasi di bidang transportasi, pelabuhan, dan listrik. Satu-satunya cara untuk mencapainya adalah memangkas subsidi bahan bakar yang menghabiskan 17% anggaran. Artinya, harga premium dan solar akan naik 50%. Hal tersebut bisa membuat Prabowo menjadi tokoh populis.

Dengan penduduk yang muda, Indonesia harus mengambil peluang untuk menarik pabrik-pabrik yang kini meninggalkan Cina dan mengarah ke Vietnam dan negara lain. Joko Widodo harus meyakinkan rakyat Indonesia bahwa pemangkasan subsidi akan membuat perekonomian tumbuh 7%, bukan 5%, dan pada akhirnya akan menambah pemasukan mereka.***

 

Sumber: WSJ, Opini, 28/10/2014

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s