Ketegasan Ignasius Jonan Diuji

Ignasius Jonan sesudah konferensi pers atas kecelakaan AirAsia QZ8501 di Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo.  WSJ
Ignasius Jonan sesudah konferensi pers atas kecelakaan AirAsia QZ8501 di Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo. WSJ

Oleh Sara Schonhardt

MENTERI Perhubungan (Menhub) Ignasius Jonan membuktikan dirinya bukan petinggi yang lembek. Ia mewajibkan pilot untuk menjalani sesi pengarahan langsung cuaca sebelum terbang. Jonan juga menskors pejabat bandara yang bertugas kala pesawat AirAsia QZ8501 jatuh.

Sejumlah pilot dari beberapa maskapai sebelumnya mengkritik Jonan. Dalam surat khusus kepada sang menteri, mereka menuduh Jonan telah memarahi petugas AirAsia, kala berkunjung ke kantor unit Indonesia pada Jumat.

Menurut sejumlah pilot, Jonan gusar lantaran pilot tak mendapat pengarahan langsung cuaca sebelum terbang.

Staf khusus Jonan menerbitkan surat balasan pada akhir pekan silam. Isi surat mengisyaratkan Jonan tak marah-marah karena maskapai tak mengambil dokumen cuaca di kantor Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika.

Sebaliknya, yang jadi perhatian Jonan adalah ketiadaan pengarahan langsung cuaca kepada pilot. Surat seakan-akan juga menegaskan Jonan tak ingin keputusannya diusik.

Pendekatan ini tampak serupa dengan masa dirinya menjabat direktur utama (Dirut) PT Kereta Api Indonesia (KAI). Jabatannya tercatat yang terlama dari barisan Dirut KAI sebelumnya. Jonan menanggalkan jabatan puncak KAI pada Oktober. Sebagai gantinya, ia menduduki kursi sebagai Menhub.

Jonan mengaku enggan berkompromi, lepas dari komentar orang-orang. Penumpang Kereta Rel Listrik (KRL) kerap mengeluhkan gerbong yang terlalu sesak dan pengap. Jawaban Jonan hanyalah: “Anda mendapat seharga yang Anda bayar.” Jawabannya mengacu pada tarif KRL yang seharga Rp9.000.

Jonan menerima gelar master dari sekolah hukum dan diplomasi Tufts University, Amerika Serikat. Ia merupakan direktur pelaksana perusahaan perbankan Citigroup Indonesia, sebelum menjabat Dirut KAI pada 2009.

Hanya dalam lima tahun, Jonan sedikit demi sedikit mengubah wajah KAI. Ia meningkatkan penumpang sebesar 50%, memperbaiki infrastruktur, menetapkan larangan merokok dalam kereta api, serta menambahkan gerbong khusus wanita.

Menjadi populer tak pernah jadi prioritasnya. Tugas utama adalah menjamin penumpang selamat, kata Jonan.

“Masalah utama yang mesti kita lawan adalah soal keselamatan,” papar Jonan di depan wartawan dan pebisnis pada Oktober. Ia menegaskan bahwa keselamatan adalah “perkara dan tantangan serius.”

Bagaimanapun, sejumlah pakar penerbangan mencemaskan langkah terburu-buru Jonan dalam insiden QZ8501. Mereka khawatir Jonan tak memperhitungkan realitas yang telah lama terjadi.

“Ini semacam reaksi spontan,” kata Gerry Soejatman, pakar penerbangan berbasis Jakarta.

Niat Jonan mungkin baik, kata Gerry, namun sang menteri sebaiknya juga mempertimbangkan apakah peraturan baru itu relevan untuk Indonesia. Gerry mengingatkan bahwa industri penerbangan nasional tumbuh sangat cepat. Pertumbuhannya belum bisa diimbangi oleh penambahan infrastruktur baru serta kemunculan generasi baru pilot, pemandu lalu lintas udara, dan staf maskapai lain.

Suara vokal seorang petinggi juga diikuti dengan beragam risiko, menurut beberapa pakar. “Menteri mesti punya landasan saat [mengambil keputusan],” sahut Paul Rowland, pengamat politik di Jakarta. “Kita tidak ingin perilaku seorang menteri mengalihkan perhatian dari penyelidikan.”

Namun, Jonan sudah membukukan catatan baik selama memimpin KAI. “Saya pikir ia mengikuti ciri-ciri Jokowi, yang bertindak dan mendorong orang mengambil tanggung jawab, sesuatu yang tak dilakukan sejumlah menteri sebelumnya. ***

Sumber: realtime.wsj.com 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s