Kabinet Jokowi: Tidak Istimewa

Presiden Joko Widodo saat mengumumkan kabinetnya, 26 Oktober 2014. - WSJ
Presiden Joko Widodo saat mengumumkan kabinetnya, 26 Oktober 2014. – WSJ

Oleh Ben Otto dan I Made Sentana

Presiden Joko Widodo mengumumkan 34 anggota kabinetnya pada Minggu petang. Posisi penting di bidang ekonomi diberikan kepada para teknokrat, sedangkan sejumlah posisi lain menjadi jatah para politikus dan tokoh-tokoh yang dekat dengan petinggi partai.

Jokowi, yang dilantik menjadi Presiden pada Senin pekan lalu, menunjuk Bambang Brodjonegoro sebagai Menteri Keuangan. Pada kabinet sebelumnya, Bambang menjabat Wakil Menteri Keuangan. Sementara itu, posisi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian dipercayakan kepada Sofyan Djalil, yang pernah menjabat Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Sofyan akan membawahi sejumlah kementerian, termasuk keuangan, perdagangan, industri, dan BUMN.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, jabatan penting yang mengawasi arus investasi asing senilai miliaran dolar per tahunnya, diberikan kepada Sudirman Said. Mantan corporate secretary Pertamina ini juga dikenal sebagai seorang aktivis antikorupsi.

Juga baca

Untuk posisi Menteri Perdagangan, Presiden Jokowi menunjuk Rahmat Gobel, pengusaha yang memimpin Panasonic Gobel Group. Pengusaha dan politikus Saleh Husin ditunjuk menjadi Menteri Perindustrian.

“Tidak istimewa, tetapi cukup OK,” demikian komentar Bawono Kumoro, pengamat dari Habibie Center, mengenai kabinet pilihan Jokowi. “Di posisi kunci di bidang ekonomi, hanya Menteri Keuangan yang memiliki kapasitas tinggi dalam ilmu ekonomi.”

Walaupun jumlah menteri dari kalangan profesional yang tidak terikat partai melebihi jumlah menteri dari politikus, “masih banyak posisi penting yang jatuh ke tangan politikus atau sosok yang dekat dengan Megawati Sukarnoputri dan [Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan],” ujar Bawono.

Kabinet Jokowi menyisakan posisi-posisi vital untuk politisi dan tokoh-tokoh yang dekat dengan partai politik. Di antaranya Puan Maharani, anggota Dewan Perwakilan Rakyat dan putri Megawati, yang menjadi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan. Ada pula Ryamizard Ryacudu, mantan Kepala Staf Angkatan Darat yang dikenal dekat dengan Megawati. Rini Soemarno, mantan CEO Astra International yang pernah menjadi menteri di bawah kepresidenan Megawati, ditunjuk menjadi Menteri BUMN.

Sumber: WSJ 26/10/2014

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s