Editorial KOMPAS: Indonesia Memilih

Rabu, 9 April, ini, Indonesia menggelar pemilu. Inilah pemilu ke-11 sejak republik diproklamasikan dan pemilu keempat sejak reformasi 1998.
Sebanyak 187.847.512 pemilih akan memberikan suara di 545.791 tempat pemungutan suara. Pemilu legislatif diikuti 12 partai politik nasional, 3 partai politik lokal di Aceh, dan 6.607 calon legislator di DPR pusat. Sebanyak 945 calon anggota Dewan Perwakilan Daerah juga akan memperebutkan suara rakyat untuk mengisi 136 kursi DPD.

Seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan iklim politik yang terbuka, perkiraan hasil Pemilu 9 April bisa diketahui pada Rabu sore atau malam hari. Sejauh ini ada 39 lembaga yang akan melakukan hitung cepat. Meski hasil Pemilu 9 April akan ditetapkan KPU pada 6-7 Mei 2014, hasil hitung cepat paling tidak bisa memberikan gambaran soal format DPR 2014-2019 serta persiapan untuk kontestasi Pemilu Presiden 9 Juli 2014.

Pemilu 9 April adalah momentum penting mengakhiri transisi demokrasi sejak Indonesia meninggalkan sistem otokrasi pada 1998. Kemewahan demokrasi yang kita nikmati sekarang harus disyukuri. Demokrasi yang memberikan ruang kebebasan berpendapat, kebebasan mendirikan partai politik, serta pers bebas adalah capaian sistem politik demokrasi. Kebebasan sipil dan politik yang menjadi capaian utama setelah reformasi harus terus dijaga.

Keberhasilan bangsa menuntaskan transisi demokrasi melalui Pemilu 2014 akan mengantarkan bangsa ini menuju negara dengan demokrasi matang. Kita berharap kelelahan politik yang mewujud dengan turunnya partisipasi politik dari pemilu ke pemilu bisa dijawab dengan kegairahan politik dalam Pemilu 2014. Kita pun berharap capaian di bidang hak sipil dan politik bisa kian disempurnakan dengan capaian di bidang ekonomi, sosial, dan budaya.

Setelah janji kampanye disampaikan selama 21 hari, setelah program partai dibeberkan, setelah saling kritik di antara kandidat mengemuka dalam panggung kampanye, Pemilu 9 April 2014, hari ini, adalah moment of truth yang akan menjadi ukuran apakah program dan janji kampanye disambut rakyat atau tidak. Hari ini adalah hari krusial dan menentukan wajah Indonesia ke depan. Di tengah kekecewaan publik terhadap kinerja parlemen dan partai politik, kita meyakini masih ada calon legislator yang bisa memberikan harapan.

Kita yakin pemilih yang kian dewasa akan bisa menjatuhkan pilihannya secara dewasa pula. Kehendak rakyat harus diterima sebagai bagian perjalanan demokrasi bangsa ini. Proses pemilu yang ditandai dengan sirkulasi kekuasaan yang damai melalui mekanisme demokrasi akan kian meningkatkan derajat bangsa. Lewat jalur demokrasi itulah kita masing-masing terlibat aktif dalam pelaksanaan demokrasi dan berpartisipasi membangun demokrasi untuk memilih lembaga legislatif dan pada 9 Juli 2014 memilih presiden. Itu semua dilakukan dalam rangka mewujudkan kehidupan rakyat yang semakin baik.

Sumber: Kompas, 9/4/2014

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s