Dukungan Demokrat Turun akibat Korupsi dan Kinerja Pemerintah

ipr_demokrat

 

Elektabilitas Partai Demokrat pada Pemilu 2014 mendatang diprediksi turun. Sulit bagi Demokrat untuk dapat memperoleh dukungan seperti pada Pemilu 2009 lalu.

Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indo Barometer, M Qodari, mengatakan, saat Pemilu 2009 lalu, masyarakat menaruh harapan tinggi terhadap Demokrat untuk memberantas persoalan korupsi.

Terlebih jargon kampanye Demokrat yang saat itu mengatakan “Katakan Tidak Pada Korupsi” sehingga banyak masyarakat yang menjatuhkan pilihannya kepada partai tersebut.

“Menurut survei, saat itu Partai Demokrat menjadi partai konsisten pada pemberantasan korupsi, kedua PKS,” kata Qodary saat diskusi bertajuk “Kado Anas Bikin Panas”, di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (11/1/2014).

Kini, ia mengatakan, jargon politik tersebut menjadi bumerang bagi Partai Demokrat. Seperti diketahui, jargon tersebut diucapkan oleh lima politisi Demokrat yaitu Andi Mallarangeng, Anas Urbaningrum, Angelina Sondakh, Edhie Baskoro Yudhoyono, dan Susilo Bambang Yudhoyono.

Kini, dari kelima orang tersebut, tiga di antaranya justru tengah terbelit kasus korupsi. Qodari menambahkan, faktor kedua yang menyebabkan elektabilitas Demokrat turun yakni akibat kinerja pemerintah yang kurang baik selama masa periode Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II.

“Kalau surveinya Indo Baromter, saat ini banyak yang tidak puas terhadap kinerja pemerintahan. Itu di luar skenario Partai Demokrat saya kira,” katanya.

Sementara itu, juru bicara Demokrat, Ruhut Sitompul, tak setuju dengan pernyataan Qodari. Menurutnya, anjloknya elektabilitas Demokrat lebih disebabkan karena persoalan hukum yang menjerat mantan ketua umumnya, Anas Urbaningrum.

Selain itu, Ruhut mengklaim, di bawah kepemimpinan SBY banyak keberhasilan yang telah diraih Indonesia. Bahkan, ia mengatakan, terealisasinya program BPJS dan turunnya harga Elpiji tidak terlepas dari peran partai berlambang Mercy tersebut.

“Aku heran SBY dibilang gagal. Dua negara tidak terganggu krisis ekonomi, China dan nomor dua Indonesia,” tegasnya.

Sumber: Kompas.com 11/01/14

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s