Novel tentang Islam di Prancis ciptakan polemik

  • 7 Januari 2015
Michel Houellebecq mengaku Islam lebih dari kekosongan yang dialami manusia setekah mendapat pencerahan. – BBC

NOVEL karangan Michel Houellebecq yang mengisahkan Prancis sebagai negara terIslamisasi—ketika universitas mengharuskan segenap mahasiswa belajar Al-Quran, perempuan wajib memakai jilbab, dan poligami dilegalkan—menimbulkan polemik di negara itu.

Novel berjudul Soumission (Penyerahan) itu mulai dijual pada Rabu (07/01), namun telah diwarnai perdebatan selama sepekan terakhir.

Buku itu menceritakan keruntuhan pemerintah sekuler Prancis pada 2022 dan digantikan oleh figur dari partai Islam. Rakyat Prancis, yang saat itu bersifat lamban dan manja, lalu menerima Prancis baru yang ter-Islamisasi.

Setelah sosok itu memimpin, kaum perempuan didorong untuk meninggalkan pekerjaan mereka dan jumlah pengangguran menurun. Kejahatan di daerah pinggiran pun berkurang. Penggunaan jilbab menjadi umum dan poligami dilegalkan.

Perdebatan

Presenter televisi Ali Baddou mengatakan, “Buku ini membuat saya muak … Saya merasa terhina. Tahun ini dimulai dengan Islamophobia disebarkan melalui karya seorang novelis Prancis yang penting.”

Di sisi lainnya, pendukung Houellebecq mengatakan bahwa dengan novel ini ia menangani menangani isu-isu yang diabaikan oleh kaum kiri yang elite.

Filsuf dan anggota Academie Francaise, Alain Finkielkraut, menggambarkan Houellebecq sebagai “novelis hebat mengenai apa yang mungkin akan terjadi “.

“Ia menyentuh isu yang sensitif dengan mengangkat topic Islamisasi di Prancis – dan kaum yang progresif keberatan dengan itu. “

Houellebecq, yang pernah menyatakan Islam sebagai “agama terbodoh”, membantah adanya keinginannya untuk menyebabkan kontroversi.

Dalam wawancara sebelum peluncuran bukunya itu, ia mengatakan bahwa sangat mungkin akan adanya partai Islam yang mengubah wajah perpolitikan di Prancis—meskipun bukunya itu mengadaptasi rentang waktu yang terlalu cepat.

“Saya mencoba menempatkan diri saya di posisi seorang Muslim, dan saya sadari bahwa nyatanya adalah mereka berada dalam situasi yang sama sangat membingungkan,” kata Houellebecq kepada Paris Review.

Sepekan sebelum diluncurkan, novel Soumission telah memantik polemik di berbagai kalangan rakyat Prancis.

Kematian pencerahan

Houellebecq juga mengatakan bahwa tema besar yang diangkat bukunya adalah kembalinya agama menjadi pusat eksistensi manusia, dan matinya ide-ide pencerahan yang telah berlaku sejak abad ke-18.

“Kembalinya agama adalah gerakan global, itu akan menjadi gelombang ide yang terus menyebar… Ateisme pada dasarnya terlalu sedih … Saya pikir sekarang kita sedang hidup pada akhir sebuah era,” katanya kepada harian Le Figaro.

Pada akhir wawancara tersebut, Houellebecq menyiratkan bahwa kembalinya agama adalah hal yang baik – ia sendiri mengaku sudah tidak menganut paham ateisme – dan bahkan agama Islam lebih baik dari kekosongan yang dialami manusia yang mendapatkan pencerahan.

“Setelah membacanya, Al-Quran ternyata lebih baik dari yang saya sangka,” katanya kepada Paris Review.

“Sama dengan buku agama lainnya, teks dalam Al-Quran dapat ditafsirkan dengan berbagai cara yang berbeda. Namun hanya dengan membacanya, saya dapat menyimpulkan bahwa buku tersebut tidak mendukung kekerasan dalam nama agama. Hanya berdoa saja cukup. Jadi saya telah mengubah pendapat saya.

“Saya tidak menulis buku tersebut dimotivasi rasa takut. Saya hanya merasa bahwa kita dapat menyesuaikan diri. Mungkin tidak bagi kaum feminis, sejujurnya. Namun saya, dan banyak orang lain, bisa.”

Pada akhir buku tersebut tokoh utamanya, Francois, juga telah menyesuaikan diri – ia akhirnya balik mengajar di Universitas Sorbonne yang telah ter-Islamisasi, tergiur oleh kenaikan gaji dan dijanjikan beberapa istri.

Sumber: BBC Indonesia

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s