Ancaman Ideologis Islam Garis Keras

WSJ_DI_ambisi kuasai dunia
Tentara Daulah Islamiyah berparade di jalan Sirte, kota pesisir Libya. – WSJ

 

Dalam pidatonya di Gedung Putih mengenai aksi keras para ekstremis agama, Presiden Amerika Serikat Barack Obama mengenai pentingnya perang masyarakat dalam menangkal radikalisasi. Pemerintahannya dicemooh karena menolak penggunaan istilah seperti “terorisme Islam” atau “Islamisme.” Ejekan itu layak disematkan. Pasalnya, kebijakan asing butuh obyek yang jelas. Dan perang terhadap musuh tanpa label takkan dimenangkan.

Namun, problem dengan Al-Qaeda, Daulah Islamiyah, Boko Haram, dan kelompok mujahid lain tidak hanya menyangkut urusan militer, tapi juga perang ideologi.

Versi jihad kelompok-kelompok tersebut banyak didukung justru karena menentang nilai-nilai Islam moderat, Barat, serta modernitas. Pergelutan di kawasan yang bebas dan menjauhi fanatisme takkan dimenangkan jika pemerintahan Obama tidak mengakui karakternya.

Laporan Komisi 9/11 mengetengahkan kekhawatiran itu. Pada bab kedua, “Fondasi Terorisme baru,” terjejaki masalah yang disebut “Kharisma Bin Ladin di Dunia Islam”.” Bab itu membicarakan keyakinan Osama atas “diamalkannya kembali Quran dan Hadits.” Bagian itu menyoroti keyakinan Osama pada para teolog Islam seperti Ibnu Taimiyah hingga Sayyid Qutub–hal yang membuat Osama merasa diberikan wewenang untuk membunuh.

“Menurut Qutub, manusia hanya dapat memilih antara [memeluk] Islam dan [kembali ke zaman] jahiliyah…Tidak ada jalan tengah…Umat Islam harus mengangkat senjata dalam pertarungan ini. Muslim yang menolak akan dianggap kafir dan layak dihabisi.”

Tak satu pun gagasan tersebut ditampik oleh dunia Islam. Wajar jika Presiden Mesir, Abdul Fatah Sisi, baru-baru ini mendatangi Universitas Al-Azhar di Kairo  dan mewanti-wanti para ulama terkemuka mengenai arah Islam. “Sekali lagi saya tegaskan, kita harus merevolusi agama kita.”

Pendapatnya benar. Namun, sulit melihat bagaimana revolusi akan berjalan. Dalam pidatonya, Obama mengakui bahwa “al-Qaeda dan ISIL [berpatokan] pada teks-teks Islam [tertentu]“. Ia meminta para pemimpin Islam memantang narasi miring atas Barat.

Namun, Presiden Obama juga berkeras bahwa Barat seyogyanya tidak mengangsurkan “legitimasi agama yang dicari” al-Qaeda dan Daulah Islamiyah dengan menyiratkan bahwa mereka adalah pemuka agama Islam, bukan teroris. Daulah Islamiyah mungkin hanya mengacu kepada minoritas Muslim. Namun, jika tidak merujuk kepada keyakinan, metode, dan tujuan Islam, maka itu sia-sia. Menyanggah realitas itu hanya karena tak ingin menyakiti perasaan pihak tertentu sungguh tidak membantu.

Analogi yang pantas adalah Perang Dingin, yakni masa ketika dunia menghadapi ideologi yang dianggap lebih superior dari Barat yang dekaden. Perbedaannya kala itu adalah para pemimpin Barat tidak surut mengecam ideologi tersebut dan membela superioritas cara hidup Barat. Hal yang sama mesti dilakukan sekarang.

Argumen lebih jitu untuk menangkal Islamisme radikal sungguh dibutuhkan. Ideologi mujahid telah mereguk jutaan pengikut karena menyuguhkan klaim pahala serta keadilan sosial. Narasi itu tak cukup dapat dibantah dengan mengajukan pendekatan dalam hal penyelesaian masalah pendidikan dan kurangnya lapangan pekerjaan di dunia Arab. Tak ada korelasi antara kemiskinan dan Islam garis keras. Pasalnya, sebagian besar tokoh kunci kelompok tersebut berpendidikan tinggi dan kaya-raya.

Muslim penganjur reformasi juga harus mendapatkan lebih banyak dukungan. Mereka harus mendapatkan suaka politik dan pendanaan untuk menyebarkan gagasannya.

Di atas itu semua, haruslah disadari bahwa kekuatan Islam radikal langsung berkorelasi dengan kesuksesannya di medan laga serta meluasnya pandangan bahwa mereka lebih kuat dari pemimpin Islam moderat. Komunisme kehilangan pengaruh saat dipandang gagal menyaingi kemakmuran dan kebebasan yang diuarkan Barat. Daulah Islamiyah akan kehilangan daya tarik jika mampu dikalahkan dan dipermalukan di tanah pertempuran. ***

Sumber: WSJ 20/2/2015

Juga baca:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s