Purnawirawan Didekati agar Dukung Sri Mulyani

Jakarta, Kompas – Purnawirawan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat didekati perwakilan negara asing supaya mendukung mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati sebagai calon presiden pada Pemilihan Umum 2014. Pendekatan tersebut terus dilakukan sampai saat ini.

Hal ini dikatakan Ketua Persatuan Purnawirawan TNI Angkatan Darat (PPAD) Soerjadi dalam diskusi di kantor PPAD, Jakarta, Selasa (19/7). Ia mengakui, perwakilan negara asing itu mendekati sejumlah purnawirawan TNI AD melalui diskusi tentang kondisi politik nasional. Dari percakapan itu, mereka menyatakan nama Sri Mulyani sebagai calon presiden pada Pemilu 2014. Namun, purnawirawan TNI AD tak menyikapi secara kelembagaan.

”Mereka menyebut nama Sri Mulyani sebagai calon presiden. Lalu embel-embelnya, didampingi calon wakilnya dari TNI,” papar Soerjadi. Namun, ia belum menyebutkan calon dari kalangan TNI aktif atau yang purnawirawan.

Soerjadi mengakui, belum ada sosok yang secara resmi diajukan PPAD untuk calon pemimpin nasional pada Pemilu 2014 atau sebelumnya. Namun, Sri Mulyani termasuk nama yang gencar disodor-sodorkan, terutama oleh kalangan Barat.

Soerjadi menambahkan, kondisi penyelenggaraan kebangsaan kini sudah sangat mengkhawatirkan karena menyimpang dari cita-cita kemerdekaan. Sebab itu, masyarakat sudah tidak sabar lagi menunggu tahun 2014.

Beberapa purnawirawan yang hadir menyoroti ketidakmandirian Indonesia, terutama dalam sektor ekonomi. Mantan Wakil Kepala Staf TNI AD Kiki Syahnakri mengakui, saat ini Indonesia kehilangan kedaulatan, terutama di bidang ekonomi. Karena itu, seharusnya tahun 2014 menjadi momentum untuk meraih kembali kemerdekaan, terutama untuk tak lagi terlalu bersatu dengan Barat. ”Kita harus mandiri,” ujarnya.

Anggota PPAD, Zacky A Makarim, menambahkan, ”Penetrasi asing sudah sampai ke desa.” Karena itu, dibutuhkan kepemimpinan untuk mengambil keputusan tegas. Kebijakan yang salah dari pemimpin sangat berbahaya karena bersifat sistemik.

Zacky juga menyoroti pentingnya patriotisme dari media massa. Ia menyesalkan, pada saat pembelian Indosat oleh asing beberapa tahun lalu, berita yang muncul tak terlalu kuat arusnya.

(edn)

Source: Kompas 20 Juli 2011

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s