Prabowo Dapat Kewarganegaraan Yordania?

Calon presiden dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Prabowo Subianto, disebut pernah mendapatkan status kewarganegaraan Yordania pada 1998. Dia mendapatkan anugerah tersebut dari Raja Yordania Hussein melalui dekrit raja yang isinya menganugerahkan status kewarganegaraan kepada seorang warga negara Indonesia bernama Prabowo Subianto Kusumo.

Majalah Tempo edisi 29 Desember 1998, menyebutkan kabar itu dilansir koran Al-Ra’i dua pekan sebelumnya dan dimuat harian Kompas sepekan sebelumnya. Prabowo yang ketika itu tengah berada di ibu kota Yordania, Amman, mengirimakn faks. Putra begawan ekonomi Prof Soemitro Djojohadikusumo itu menyatakan ia memang ditawari status itu, tapi ia tak bisa menerimanya karena tahu persis bahwa Republik Indonesia melarang warganya memiliki kewarganegaraan rangkap.

Keluarga Djojohadikusumo turut merespons kabar tersebut. Adik Prabowo, Hashim Djojokusumo, mengaku bangga dengan status baru Prabowo. “Sebagai anugerah atas jasa-jasa (Prabowo) dalam memajukan dunia Islam pada umumnya,” kata Hashim Djojohadikusumo, adik Prabowo, dalam jumpa pers di Hotel Shangrila Jakarta akhir Desember 1998. Prabowo sendiri, dalam suratnya yang dimuat berbagai media di Jakarta, mengaku “tak bisa menerima” kewarganegaraan Yordania itu.

Sebuah sumber menjelaskan, proses kewarganegaraan Yordania untuk Prabowo ini sudah bergulir sejak Maret lalu–dua bulan menjelang Presiden Soeharto lengser. Biasanya, negeri-negeri Arab itu tak akan mengeluarkan kewarganegaraan jika tak diminta. Dalam versi ini, diduga pihak Prabowo-lah yang aktif bergerak. Dan, diduga, Anak Raja Hussein yang paling berpengaruh, Pangeran Abdullah, sangat membantu dalam soal ini. Namun, di sisi lain, Abdullah sangat ingin Prabowo menjadi penasihat militer di negerinya. Jadi, mungkin saja anak raja itu bergerak lebih cepat dan menentukan.

Abdullah oleh Raja Hussein diserahi jabatan penting, Menteri Panglima Angkatan Bersenjata. Maka, Abdullah sangat berperan di militer. Ia sempat mengundang Prabowo untuk melihat latihan militer di Yordania. Abdullah pun dibawa Prabowo ke Batujajar, Bandung, pusat latihan Kopassus itu. Abdullah ini kabarnya hafal semua jenis senjata, mulai dari tank, bazoka, semua jenis mortir, dan peluru. Tentu saja, klop dengan mantan Dan Kopassus yang pernah berguru di Fort Benning, AS, dan ahli “perang gerilya antigerilya”.

Ketua Umum Gerindra Suhardi tak banyak bicara ketika dikonfirmasi soal status kewarganegaraan Yordania yang disandang Prabowo. Dia mengaku tak mengetahui ihwal informasi ini.

Permasalahan kewarganegaraan Prabowo menjadi bermasalah menjelang pemilihan presiden. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2008, calon presiden harus memiliki satu kewarganegaraan yaitu Indonesia.

Sumber: Tempo.co, 22/05/14

Catatan:

Asiaweek juga memberitakan pemberian kewarganegaan tersebut oleh Jordania, tapi Prabowo mengatakan, “tidak dapat menerimamnya. Lengkapnya: The announcement from Jordan came a day before an Indonesian military court charged 11 soldiers with kidnapping opponents of deposed President Suharto. On Dec. 22, Amman said it had granted honorary citizenship to Prabowo Subianto, Suharto’s son-in-law and a former general who commanded Kostrad, the elite force to which the 11 alleged kidnappers belong. The news raised a storm in Indonesia, not least because his name has persistently figured in connection with the kidnappings of the anti-Suharto activists and the rioting that preceded his downfall last May. Prabowo, who was subsequently dismissed from the army, has been pursuing a new career as an entrepreneur in Jordan for the past four months. He confirmed Amman’s offer but said he was “unable to accept” it as Indonesia does not allow dual citizenship. Prabowo also “sternly and strongly” denied any involvement in the riots that claimed 1,200 lives in Jakarta. He might be court-martialled if the accusations are proved correct. (http://www-cgi.cnn.com/ASIANOW/asiaweek/99/0108/feat2.html)

Juga AP Press, tgl 22/12/1988, (Suharto Relative Turns up in Jordan), memberitakan bahwa Jordan ia membenarkan adanya pemberian warga negara kehormatan tersebut atas permohonan Prabowo (In Amman, the office of Prime Minister Fayez Tarawneh confirmed Tuesday that Prabowo’s bid for citizenship had been accepted by a royal decree Dec. 10.) Lengkapnya: http://goo.gl/cCCdMh.

New York Time edisi 23/12/1988 juga memberitakan bahwa Jordania memberikan kewarganegaan tersebut, tetapi Prabowo mengatakan menolaknya. Baca, “Jordan Accepts Suharto Relative, Ex-General”

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s