Pimpinan KPK dan Kasus Century

KETUA Komisi Pemberantasan Korupsi Abraham Samad membenarkan, ia pernah menyatakan kasus pemberian dana talangan ke Bank Century bisa ditingkatkan ke tahap penyidikan dari sebelumnya penyelidikan. Sebab, ada indikasi perbuatan melawan hukum.

”Ini pandangan hukum saya pribadi. Kesimpulan saya, kasus Bank Century bisa ditingkatkan ke penyidikan. Pandangan ini juga pernah saya sampaikan dalam acara Big Baz di Kompas layar kaca belum lama ini,” papar Abraham ketika dikonfirmasi Kompas, Minggu (29/1), di Jakarta. Ia memastikan, pendapatnya itu tak pernah berubah sampai kini.

Mengenai isu ada perbedaan pandangan di antara pimpinan KPK terkait kasus Bank Century dan dugaan korupsi proyek wisma atlet SEA Games di Palembang, Abraham membenarkannya. ”Tetapi, itu wajar. KPK akan mengupayakan menjadi sama,” ucapnya.

Namun, Abraham tidak mau merinci indikasi perbuatan melawan hukum dalam kasus pemberian dana talangan senilai Rp 6,7 triliun kepada Bank Century itu.

Berdasarkan catatan Kompas, dalam kasus Bank Century ini ada pinjaman senilai Rp 1 miliar yang dilakukan Deputi Gubernur Bank Indonesia nonaktif Budi Mulia kepada pemilik Bank Century, Robert Tantular. Data ini diperkuat dengan laporan audit investigasi Badan Pemeriksa Keuangan, yang menyebutkan adanya perubahan peraturan Bank Indonesia sedemikian rupa untuk memberikan Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek terhadap Bank Century.

Sebaliknya, Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto menepis adanya perbedaan sikap pimpinan KPK dalam kasus Bank Century. Dia juga menegaskan tidak pernah menghalang-halangi penyidikan terhadap perkara Bank Century dan wisma atlet.

”Kasus itu on going dan sudah expose. Tidak benar saya menghalang-halangi. Bahwa ada pandangan yang berbeda, iya,” ujarnya, beberapa waktu lalu.

Soal adanya benturan kepentingan karena dirinya pernah menjadi penasihat hukum Lembaga Penjamin Simpanan, yang juga terlibat dalam pemberian dana talangan ke Bank Century, Bambang mengatakan, ”Itu sudah saya nyatakan. Sudah clear.”

Wakil Ketua KPK M Busyro Muqoddas juga menampik adanya perpecahan dalam kepemimpinan KPK. ”Tidak ada itu. Hanya kita harus hati-hati menjalankannya,” ujarnya. (har)

Sumber: Kompas 30 Janauri 2012

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s