Pengamat LIPI: Mahfud Cocok Dampingi Jokowi

Pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Siti Zuhro berpendapat, bila nanti Joko Widodo alias Jokowi jadi maju sebagai calon presiden maka semestinya ia disandingkan dengan seorang pakar hukum sebagai wakilnya. “Mahfud MD atau Jimly Asshidiqie merupakan orang yang cocok,” katanya, Senin, 3 Maret 2014.

Menurut Zuhro selain memiliki kompetensi di bidangnya, Mahfud dan Jimly terbukti telah berhasil memimpin Mahkamah Konstitusi, lembaga konstitusi tertinggi di Indonesia. Indonesia, kata Zuhro, butuh pemimpin yang mampu menegakkan hukum. “Pemimpin berlatarbelakang politik bagus sangat banyak di negara ini. Tapi, hampir sebagian besar tak berkutik saat dihadapkan pada permasalahan penegakan hukum,” katanya. Hanya saja, ujar Zuhro, kedua orang bekas Ketua Mahkamah Konstitusi itu kurang populer. “Mahfud dan Jimly hanya besar di kalangan mereka sendiri.”

Saat ini PDI Perjuangan masih belum menetapkan siapa calon presiden dari partai politik berlambang banteng moncong putih itu. Namun PDI Perjuangan kini semakin menunjukkan sinyal kuat untuk mencalonkan Jokowi sebagai calon presiden nanti. Ketua Dewan Pimpinan Pusat PDI Perjuangan, Andreas Hugo Pareira, mengatakan deklarasi bisa dilakukan pada bulan ini atau April mendatang. Salah satu kandidita yang diduga kuat bakal maju adalah Jokowi. “Semua orang juga sudah tahu. Tinggal menunggu deklarasi dan situasi politik yang berkembang,” kata Andreas.

Keputusan Megawati, kata Andreas, sebenarnya terlihat sejak Rapat Kerja Nasional PDI Perjuangan pada September lalu. Saat itu, Ketua Umum PDI Perjuangan ini berulang kali memuji mantan Wali Kota Solo tersebut. Dalam pujian itu, menurut Andreas, Megawati meminta Jokowi tak besar kepala dan tetap menunjukkan kerja yang baik dalam memimpin Jakarta.

Sejumlah sumber Tempo membenarkan ihwal kepastian pencalonan Jokowi. Keputusan Megawati, kata beberapa sumber, telah disampaikan kepada petinggi partai, seperti Sekretaris Jenderal Tjahjo Kumolo, Wakil Sekretaris Jenderal Hasto Kristiyanto, dan putranya, Muhammad Prananda Prabowo. Penyampaian itu dilakukan setelah Megawati melawat ke negara-negara di Eropa dan Asia, dua pekan lalu. Sejauh ini belum ada faktor yang membuat Megawati berubah pikiran.

Sumber: Tempo.co 3/3/2014

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s