Pelibatan Anak dalam Kampanye Bukan Pendidikan Politik

Anak-anak kecil tampak membawa atribut kampanye Partai Demokrat di Magelang, Jumat (14/3/2014). - KOMPAS
Anak-anak kecil tampak membawa atribut kampanye Partai Demokrat di Magelang, Jumat (14/3/2014). – KOMPAS

Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia Asrorun Ni’am Sholeh menegaskan, pelibatan anak-anak dalam kampanye adalah bentuk penyalahgunaan anak, bukan pendidikan politik. Menurutnya, kegiatan kampanye jauh dari unsur pendidikan.

“Kampanye pada hakikatnya untuk meyakinkan orang untuk kecenderungan memilih. Sementara anak kan bukan pihak pemilih atau dipilih. Maka, gugur pendapat tersebut,” ujar Asrorun, di Gedung Bawaslu, Jakarta Pusat, Rabu (19/3/2014).

Ia mengatakan, pendidikan politik penting ditanamkan sejak dini terhadap anak. Namun, bentuknya bukan dengan pelibatan di area kampanye. Hal tersebut, menurut Asrorun, dapat membahayakan anak-anak secara fisik maupun nonfisik. Dia menambahkan, untuk mendidik anak mengenai politik, perlu adanya keteladanan penyampaian gagasan politik yang baik dan sopan, bukan dengan bahasa sarkastik dan penuh janji khas kampanye.

“Kalau disampaikan dengan provokatif, malah memberikan pendidikan yang buruk,” ujarnya.

Sebelumnya, Presiden Partai Keadilan Sejahtera Anis Matta berdalih, pelibatan anak-anak dalam kampanye PKS di Gelora Bung Karno, Minggu (16/3/2014), merupakan bagian pendidikan politik sejak dini.

Sumber: Kompas.com, 20/3/2014

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s