Yudhoyono Menjamin Anas

Jakarta, Kompas – Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono memastikan, Anas Urbaningrum tetap menjadi ketua umum partai itu. Sama sekali tidak ada rencana Partai Demokrat menggelar kongres luar biasa untuk menggantikan Anas.

”Saya pastikan Partai Demokrat tak merencanakan kongres luar biasa,” ujar Yudhoyono, Senin (11/7) malam, dalam jumpa pers di kediamannya di Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat. Ia berbicara, didampingi Anas dan pimpinan Partai Demokrat lainnya, menanggapi perkembangan upaya pencarian eks Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin yang menjadi tersangka korupsi proyek wisma atlet SEA Games di Palembang, Sumatera Selatan, dan ”konflik” di tubuh Demokrat.

Di sisi lain, Yudhoyono membantah kabar bahwa Anas tengah berupaya menggulingkan dirinya. Hal itu tidak sesuai dengan akal sehat dan bertujuan mengadu domba kader Demokrat.

”Saya prihatin apabila politik kita masih seperti ini. Kompetisi dalam demokrasi masih harus diwarnai politik pecah-belah ala pemerintah kolonial dulu,” kata Yudhoyono.

Yudhoyono mengecam pemberitaan media massa berdasarkan layanan pesan singkat (SMS) atau Blackberry Messenger, yang menyebutkan ada gerakan dalam tubuh Partai Demokrat untuk menggelar kongres luar biasa. Ia mengecam pemberitaan tendensius mengenai Nazaruddin pula. Pemberitaan tendensius tersebut dinilai sebagai bagian dari permainan politik yang tidak sehat.

Yudhoyono menyatakan keheranannya karena justru berita bersumberkan SMS menjadi berita utama. SMS atau Blackberry Messenger itu seolah-olah dikirim oleh Nazaruddin. Sumber berita semacam itu tak bisa dikonfirmasi, tetapi dijadikan alat untuk menghakimi Demokrat.

”Saya secara pribadi dan Partai Demokrat sangat ingin Nazaruddin ditemukan dan dibawa kembali ke Indonesia. Semua itu harus dilaksanakan secara transparan dan akuntabel sehingga rakyat bisa mengikuti proses yang terjadi,” ujar Yudhoyono.

Secara terpisah, Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Marzuki Alie meminta orang di luar partainya tidak mencampuri masalah internal partai tersebut. Keberhasilan Partai Demokrat pada Pemilu 2014 ditentukan tiga pihak. Mereka adalah Presiden Yudhoyono sebagai pemimpin pemerintahan, dirinya di DPR, dan Anas dalam mengonsolidasikan partai.

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Saan Mustopa menambahkan, semua kader partainya prihatin dengan kondisi partai dan memikirkan cara keluar dari cobaan yang terjadi. Namun, ia meminta agar bentuk keprihatinan dan upaya penyelamatan partai dilakukan secara elegan dan beretika.

Belum keluar Ho Chi Minh

Terkait pencarian Nazaruddin, yang pada 20 Juni lalu meninggalkan Singapura menuju Ho Chi Minh (Vietnam), menurut Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Patrialis Akbar di Jakarta, Senin, belum ada perkembangan baru. Belum ada laporan Nazaruddin pergi lagi dari Ho Chi Minh.

Namun, tak ada laporan pula Nazaruddin dan istrinya, Neneng Sri Wahyuni, masuk ke Thailand. Neneng juga ditunggu Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena menjadi saksi kasus dugaan korupsi proyek pembangkit listrik tenaga surya di Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi.

Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Inspektur Jenderal Sutarman menambahkan, Polri membentuk tim untuk membantu pencarian Nazaruddin. Langkah itu merupakan bentuk dukungan Polri kepada KPK.

Sutarman menolak menerangkan jumlah tim dan negara yang dituju tim. Selain Nazaruddin, tersangka dugaan korupsi proyek wisma atlet adalah mantan Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga Wafid Muharam, Direktur PT Anak Negeri Mindo Rosalina Manulang, dan Manajer PT Duta Graha Indah, Mohammad El Idris. Ketiganya ditangkap KPK di gedung Kemenpora pada 21 April 2011.

Menurut Sutarman, Polri juga melacak keberadaan Nazaruddin melalui Interpol. Perintah penangkapan secara internasional (red notice) terhadap Nazaruddin sudah dikirimkan ke 188 negara.

Secara terpisah, Wakil Ketua KPK M Jasin menyatakan, KPK berusaha optimal untuk menemukan Nazaruddin. KPK selalu mengikuti kabar keberadaan Nazaruddin.

”KPK tak bisa menanggapi info yang berganti dari detik ke detik. Hari ini ada yang bilang ke Yangon, kemudian ada yang bilang di Pakistan. Semua dihimpun. Namun, yang pasti KPK berusaha maksimal untuk memulangkan yang bersangkutan,” tutur Jasin.

Saat ditanya apakah ada informasi dari Interpol terkait Nazaruddin, Jasin menyatakan, tak semua informasi bisa dibuka ke publik. ”Tujuan KPK tidak hanya mengumpulkan informasi, tetapi juga bekerja untuk memulangkan orangnya, riil,” ujarnya.

Jasin mengatakan, KPK tak bekerja berdasarkan omongan yang tak jelas, termasuk informasi dari Blackberry Messenger dan SMS. ”KPK bekerja tidak berdasarkan omongan ngalor-ngidul, tidak jelas. Kami bekerja berdasarkan alat bukti, mencari alat bukti,” kata Jasin.

Wajah Demokrat

Yunarto Wijaya dari Charta Politika menilai kasus Nazaruddin telah memperlihatkan wajah asli Partai Demokrat. Kasus itu mengonfirmasi persepsi sebagian masyarakat tentang partai pula, seperti praktik korupsi yang marak di dalamnya.

”Adanya berbagai pernyataan di antara kader Partai Demokrat dalam menanggapi kasus Nazaruddin menunjukkan keberadaan faksi di partai itu. Faksi ini muncul karena perbedaan patron politik yang merupakan sisa-sisa kongres Partai Demokrat di Bandung, Mei 2010, perebutan sumber ekonomi, hingga persaingan meraih kesempatan pada Pemilu 2014,” tutur Yunarto, Senin.

Keberadaan faksi-faksi ini, lanjut Yunarto, dalam perkara Nazaruddin membuat Partai Demokrat seperti menghadapi dirinya sendiri. Akibatnya, partai itu menjadi kebingungan dan sulit mengorganisasi dirinya.

Pada saat yang sama, pesan yang disampaikan Nazaruddin belakangan ini melalui Blackberry Messenger adalah sesuatu yang selama ini ada dalam pemikiran sejumlah orang tentang partai. ”Persepsi masyarakat atas persoalan Nazaruddin sudah mulai bergeser dari kasus korupsi pribadi menjadi korupsi partai,” katanya. Kondisi Partai Demokrat ini memerlukan jawaban yang tepat, selain proses hukum.

(ato/cok/nwo/ray/eny/tra)

Kompas 12 Juli 2011

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s