Cuplikan Wawancara Metro TV dengan Nazaruddin

MANTAN Bendahara Umum Partai Demokrat M Nazaruddin tampaknya geram dengan politisasi dirinya di Tanah Air.Dalam wawancara ekslusif dengan Metro TV, Selasa sore (19/7) dengan nada emosi Nazaruddin mengungkapkan apa yang sebenarnya terjadi. Mulai dari sepak terjang Anas Urbaningrum dalam pemilihan ketua umum Partai Demokrat, aliran dana korupsi Wisma Atlet, keterlibatan Ruhut Sitompul, Benny K Harman, Angelina Sondakh dan lain-lain, termasuk rencana memasukan kembali Chandra Hamzah di KPK.

Berikut cuplikan wawancara Metro TV (MTV) dengan Nazaruddin (NZ) yang tengah berada di luar negeri melalui sambungan telepon:

MTV: Tapi disebutkan Anas sudah mundur?

NZ: Kapan Anas mundur, harus ada buktinya. Saya ini cuma pelaksana bukan pemilik sebenarnya. Menang kongres ketua umum, memang duit darimana. Ada staf saya namanya Eva. Dia yang bagi-bagi uang.
Mulai dari Sency (Senayan City), Kita waktu itu punya posko di Sency. Hampir semua DPC kita panggil. Kita kasih uang. Setelah itu pertemuan di Hotel Sultan, lalu deklarasi di Hotel Sultan. Semua itu pakai uang. Uangnya dari mana, kalau bukan dari perusahaan Anas yaitu PT. Anugerah. Perusahaan itu terima proyek Ambalang Rp100 miliar, dari Wisma Atlet Rp16 Miliar.

MTV: Anda punya bukti?

NZ: Semua ada buktinya. Kalau KPK berani tangkap Anas Urbaningrum!

MTV: Anda ragu menyerahkan bukti itu ke KPK?

NZ: Saya tidak yakin sama KPK. Mereka semua itu perampok.

MTV: Siapa saja nama-nama yang merekayasa Anda?

NZ: Chandra Hamzah dan M Yasin. Mereka semua temannya Anas. Saya tahu benar. Saya suka ikut pertemuan kok.

MTV: Anas melaporkan Anda ke polisi, karena tidak ada bukti?

NZ: Oke sekarang saya cerita, Anas bisa menang karena habiskan uang hampir US$20 juta. Semua dari uang APBN dari proyek Ambalang. Menangnya Adhi Karya mendapatkan proyek tersebut adalah rekayasa. Begitu juga untuk Wisma Atlet. Semuanya rekayasa!

MTV: Rekayasa seperti apa? Misalnya, Wisma Atlet?

NZ: Proyek Wisma Atlet adalah anggaran APBD 2010. Bukan anggaran sekarang. Mulai Januari 2010, saat itu Anas adalah ketua fraksi partai Demokrat. Ada pertemuan dengan Andi Malarangeng di lantai 10. Lalu pertemuan di Arcadia. Semua direkayasa. Yang menjalankan teknisnya Angelina Sondakh.

MTV: Siapa saja yang berperan serta dalam rekayasa?

NZ: Yang mengantarkan uang ke Anas selalu ke rumahnya, adalah seorang supir namanya Dayat. Percuma lapor KPK. Walaupun saya percaya sama Pak Busyro. Tapi saya tidak percaya internal di dalamnya. Dayat itu supirnya Yulianis adalah karyawan Anas dan saya. PT Anugerah itu punya saya dan ANas. Saya ini cuma pelaksana.
Uang dari kongres diambil dari proyek Ambalang. Proyek Ambalang diambil dari Adhi Karya. Yang ambil uangnya nama Mahfud. Seseorang satu perusahaan dengan perusahaan istrinya Anas. Saya lupa namanya PT-nya.

MTV: PT ini bergerak dalam proyek BUMN?

NZ: Ya, banyak proyek BUMN yang dititipin oleh PT Anugerah.

MTV: Kongres saat itu uangnya berasal dari proyek-proyek itu?

NZ: Iya betul sekali. Termasuk proyek Wisma Atlet. Duta Graha itu kenal Anas dari tahun 2007. Namanya Dudung, dia sering bertemu Anas.

MTV: Wisma Atlet itu duit yang tersedot itu berapa?

NZ: Rp16 Miliar. Ke DPR Rp9 Miliar. Ke Anas Rp7 miliar. Yang menerima lainnya adalah Angelina Sondakh, Wayan K, Nirwan AMir.
Lalu, Nirwan AMir mendistribusikan lagi ke pimpinan Banggar yg lain. Saya dengar dari cerita Nirwan Amir. Saya, Nirwan, Pak Jafar dan Angelina sondakh. Di situ, Anggie bilang uang Wisma Atlet dari namanya Paul, orangnya Sesmenpora. Diserahkan Paul ke Wayan. Dari Wayan ke Anggie. Lalu ke Nirwan. Termasuk Rp1 miliar untuk Ketua Fraksi Jafar. Lalu, Rp2 miliar dikasihkan lagi ke Anas. Saya tidak merekayasa.
Setalah itu tim lain, ada Benny, Eddy Sitanggang, Ruhut, dan prosesnya berulang kembali. Tapi kenapa seolah-olah saya tersangka tunggal yang hanya menerima Rp4,3 miliar. Mana buktinya rekening saya yang menerima duit dari wisma atlet. Saya tidak pernah terima uang?

MTV: Nama Paul itu siapa?

NZ: Itu orang kepercayaan Sesmenpora. Orang yang selalu mengantarkan uang ke DPR. Sudah banyak anggota DPR yang menerima.

MTV: Siapa saja?

NZ: Saya fokusnya sama Wisma Atlet saja. Rp7 miliar untuk kongres. Yulianis ketika di Aston, ada uang keluar US$5 juta dan uang Rp35miliar dengan mobil boks dari Jakarta. Anda bisa minta rekaman CCTV hotel. Uang itu disimpan di sebuah kamar. Dan bisa dilihat siapa saja yang ambil.

MTV: Apa uang itu mengalir ke Eddie Baskoro?

NZ: Saya selalu berlawanan dengan dia. Jadi tidak kasih uang ke dia. Dia dalam posisi mendukung calon lain. Tidak ada aliran uang ke dia. Uang yang dikasih itu ke DPC, ada yang US$10 ribu, US$20 ribu sampai bahkan ada US$40 ribu.

MTV: Permainan uang dalam kongres sangat kentara terlihat?

NZ: Ya jelas sekali. Karena calon yang kalah menemukan bukti-bukti. Memang banyak permainan duit di dalamnya. Daripada ribut, semua diam. Dan Anas mengakomodir pengurus yang lain.

MTV: Proyek Ambalang sendiri?

NZ: Senilai Rp1,2 Triliun. Mengalir dan sudah direkayasa bahwa yang akan menang adalah PT Adhi Karya. Pengusaha yang mengutip uang namanya Mahfud. Uangnya dikasih cash. Mahfud selalu memberikan kartu namanya dimana PT.nya sama dengan PT istrinya Anas. Saya dapat Rp50 miliar dan dihabiskan untuk Kongres.

MTV: Anda sering menjual nama Anas?

NZ: Saya ini kan bawahannya Anas. Wajar. Dan saya menjalankan perintah. Bukan keputusan. Saya tidak perlu jual nama dia.

MTV: Sebelumnya Anda tidak mau menyebut nama-nama tersebut? Apakah terkait bargaining dengan partai?

NZ: Masalah itu tidak perlu. Saya terus terang tidak mau bargaining. Saya hanya ingin meluruskan fakta sebenarnya. Keluarga saya merasa didzalimi. Kalau KPK bisa membuktikan ada uang yang mengalir ke rekening saya, saya akan pulang ke Indonesia.

MTV: Di majalah Tempo, Anda pernah mengatakan Demokrat adalah partai yang menggunakan uang APBN?

NZ: Saya mau bilang waktu itu uang kemenangan Anas adalah dari APBN. Dari Proyek Ambalang saja Rp50 miliar. Sekarang Bu Yulianis sudah diamankan Anas dan istrinya. Anas yang memerintahkan uangnya kemana-mana. Anas memerintahkan saya mendistribusikannya, Kasih ke A, B, C dst.
Anas tahu semua uang dari proyek mana. Dan otak besarnya adalah Anas. Saya ceritakan fakta. Dan kenyataannya apakah KPK bisa mengusut tuntas. Saya rasa tidak, Karena sudah ada deal-dealkhusus dengan pimpinan KPK. Chandra Hamzah dan Anas. Supaya Chandra terpilih kembali.

MTV: Di KPK sapa yang dilobi?

NZ: Anas dan Ade Raharja mengadakan pertemuan di suatu tempat. Dimana mereka berkomplot bahwa Anggie, Nirwan, Anas tidak boleh dipanggil KPK. Dan kasus ditutup hanya sampai Nazaruddin. Informasi ini benar. Sudah jelas Anas tersangka. Semua uang wisma Atlet lari ke PT Anugerah. Saya di bawah kontrol Anas.

MTV: Anda ke Singapura atas perintah Anas?

NZ: Benar. Dua hari setelah terungkapnya kejadian Wisma Atlet. Saya, Anas, Saat Mustafa dan sepupu saya Nasir, Kata Anas secara pribadi, “Ente kalau masalah ini meledak, sudah lari saja ke Singapura paling tidak tiga tahun.” Saya menjawab tidak mau kasihan keluarga saya.

MTV: Pak SBY tahu tentang kepergian Anda ke Singapura?

NZ: Saya rasa tidak tahu.

MTV: Anda pernah mengirim pesan, kepada kami menyatakan akan mendorong KLB (kongres luar biasa) dan menjatuhkan Anas. Dan Anas akan melawan SBY?

NZ: Saya tidak bilang gitu. Saya bilang bahwa SBY harus membersihkan Demokrat dari orang-orang yang tidak benar.

MTV: Anda meminta perlindungan SBY?

NZ: Saya tidak perlu minta kepada siapa pun. Dan saya sudah mundur dari partai Demokrat dan anggota DPR.

MTV: Langkah selanjutnya? Anda berpindah tempat? Dimana saja?

NZ: Saya belum mau pulang karena banyak rekayasa. Saya berada di tempat yang aman dari rekayasa politik.

MTV: Anda tidak mau ke KPK?

NZ: KPK itu rampok semua. Pada 2010 bulan 11, Chandra ke rumah saya terima uang. Ada bukti CCTV nya. Menerima uang untuk proyek pengadaaan baju untuk Pemilu. Ada seorang pengusaha menemui Chandra, tanya Benny K Harman karena beliau ikut pertemuan itu. (*/X-12)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s