Kata Ketua MUI Soal Biaya Perjalanan ke Australia

ipr_ausi_halal

 

Ketua Majelis Ulama Indonesia Amidhan Shaberah membantah meminta sejumlah uang pada Australian Halal Food Services. Ia, seperti dimuat di Majalah Tempo edisi 24 Februari 2014, juga berkukuh menyatakan biaya perjalanan pemeriksaan untuk sertifikasi halal di Melbourne ditanggung oleh Kementerian Agama. Hari ini, Jumat, 28 Februari 2014, Amidhan meminta agar soal biaya perjalanan itu ditanyakan saja ke Kementerian Agama.

“Saya tidak mengurusi tiket atau biaya perjalanan karena saya mengikuti rombongan Dirjen Slamet Riyanto. Kalau Dirjen berangkat ke luar negeri, mestinya biaya dinas,” ujar Amidhan saat dihubungi Tempo, Jumat, 28 Februari 2014. “Saya tidak tahu kalau dibiayai pihak pengundang. Itu kan ditangani staf Kementerian Agama,” kilahnya.

Pernyataan Amidhan ini dikeluarkan setelah Tempo memberitahukan bahwa Mohammed El-Mouelhy, Presiden Halal Ceritification Authority Australia, mengaku harus merogoh Rp 300 juta untuk ongkos biaya perjalanan rombongan petinggi MUI ini ke luar negeri demi memuluskan penerbitan sertifikasi halal. Dia mengirimkan surat elektronik kepada redaksi Tempo yang berisi bukti tiket untuk tamu-tamunya itu. Total ia mengeluarkan uang Aus$ 28.000 atau sekitar Rp 300 juta–bukan Aus$ 26.000 seperti ditulis majalah Tempo Astaga Label Halal yang terbit pekan ini–untuk sangu, tiket, hotel, dan akomodasi selama berkeliling Australia itu. (Lihat FOTO: Bukti-bukti Dugaan Suap Label Halal MUI di Australia)

Kalau pun benar ditanggung Mouelhy, kata Amidhan, juga tak jadi masalah. “Karena standar untuk penyelidikan ke luar negeri, biaya tiket akomodasi ditanggung pengundang,” katanya.

Lagipula, kata Amidhan, biaya perjalanan bukan isu yang penting dalam proses penerbitan sertifikasi halal. “Yang persoalan itu bukan ada biaya itu atau tidak, tapi keputusan untuk diakui atau tidak yang mengacu pada tujuh kriteria. Jadi, tidak mengacu pada biaya. Biaya itu bukan soal isu,” katanya.

Saat ditanya, ihwal besaran biaya perjalanan selama empat-lima hari yang mencapai hingga Rp 300 juta untuk empat staf MUI saat itu, Amidhan tak mau berkomentar. “Saya tidak mengurus tiket,” katanya.

Amidhan melanjutkan, MUI tidak pernah minta duit pada pengundang atau pihak yang disertifikasi. “Kami tidak pernah minta uang, kami hanya minta akomodasi,” katanya. Akomodasi, kata Amidhan, tak termasuk uang saku.

Oleh karena itu, Amidhan mengaku heran karena berita soal biaya perjalanan untuk pemeriksaan ini sebelumnya tak pernah jadi masalah. “Selama ini enggak ada keluhan,” katanya. (Baca juga: DPR Minta Labelisasi Produk Halal Dikenai Biaya).

Ia mencontohkan di dalam negeri, timnya juga kerap diundang untuk melakukan pemeriksaan dan biaya perjalanan juga ditanggung pihak pengundang. “Biaya perjalanan ke Medan saja ditanggung, apalagi ke Melbourne,” kata dia.

Sumber: Tempo.co, 28/2/2014

Juga baca:

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s