Kapolri: Penggunaan Jilbab bagi Polwan Ditunda

ipr_kapolri_jilbab

 

Kepala Polri Jenderal Pol Sutarman memutuskan untuk menunda pemberlakukan aturan penggunaan jilbab bagi polisi wanita (polwan). Penundaan itu dilakukan setelah ia mendapatkan laporan bahwa penggunaan jilbab belum seragam.

“Saya telepon Pak Irwasum, tolong moratorium dulu aturan karena tidak seragam. Saya melihat ada yang merah, ada yang putih, ada yang macam-macam. Ada yang sampai dikeluarkan. Enggak elok kan,” kata Sutarman, seusai menghadiri kegiatan HUT ke-63 Polairud, di Mako Polisi Udara Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Senin (2/12/2013).

Penundaan itu dikeluarkan Polri dalam bentuk Telegram pada 28 November 2013 yang telah disebar ke seluruh kepolisian daerah. Meski demikian, telegram tersebut tak ditandatangani Sutarman, melainkan Wakil Kepala Polri Komjen Pol Oegroseno.

Polwan Polda Aceh mengenakan jilbab pada peringatan HUT ke-67 Bhayangkara di halaman Mapolda Aceh, Banda Aceh, Senin (1/7/2013).
Polwan Polda Aceh mengenakan jilbab pada peringatan HUT ke-67 Bhayangkara di halaman Mapolda Aceh, Banda Aceh, Senin (1/7/2013).

Menurut Kapolri, ia sengaja memerintahkan kepada Wakapolri untuk menandatangani surat tersebut karena ia tengah melakukan kunjungan kerja ke Papua. Sehingga, tidak memungkinkan untuk menandatangani surat tersebut.

“Waktu itu saya yang suruh. Karena ketidakseragaman tadi. Saya kan sedang di Papua kemarin,” katanya.

Lebih lanjut, Kapolri menyatakan, dalam waktu dekat pihaknya akan segera menyusun aturan yang mengatur penggunaan jilbab bagi polwan. Ia mengatakan, penyusunan aturan itu bukan perkara mudah karena terkait dengan anggaran yang nantinya akan dianggarkan Polri untuk pengadaan pakaian dinas harian muslim.

Salah seorang anggota Polwan Polres Brebes, Jawa Tengah, dari Satuan Reskrim yang sudah berjilbab, Kamis (28/11/2013). | Kompas.com
Salah seorang anggota Polwan Polres Brebes, Jawa Tengah, dari Satuan Reskrim yang sudah berjilbab, Kamis (28/11/2013). | Kompas.com

Secara terpisah, Kepala Bagian Penerangan Umum Humas Polri Kombes Pol Agus Rianto mengatakan, meski moratorium penggunaan jilbab telah dikeluarkan, hal itu tidak akan berlaku bagi para polwan yang berdinas di Kepolisian Daerah Aceh. Pasalnya, mereka telah memiliki aturan sendiri yang mengatur penggunaan jilbab bagi polwan.

Sumber: Kompas 02/12/13

Juga baca:

Advertisements

2 thoughts on “Kapolri: Penggunaan Jilbab bagi Polwan Ditunda

  1. Beberapa komentar pembaca di Kompas.com
    AS: “Penggunaan jilbab di kalangan polwan justru akan memperjelas adanya perbedaan antara mayoritas dan minoritas. Seharusnya pemerintah dan polri meniru sikap pemerintah turki yg konsisten memisahkan agama dan negara meski Turki saat ini diperintah oleh partai AKP yg fundamentalis.”
    ——————
    PDW: “saya juga sedih kenapa saat terpilih menjadi kapolri membahas program kerja untuk kepentingan bangsa …eeehhh malah ngurusi jilbab ingat jangan samapi memperlihatkan di indonesia bukan negara Toleransi jangan memuat keputusan untuk menyenagkan kepentingan tertentu..”
    —————-
    NAN: “koq negara mulai tunduk sama agama tertentu sih. jadi polwan itu pilihan bukan dipaksa! jadi ikuti aturan bukan malah menimbulkan keruwetan. berbeda-beda tapi tetap satu itu artinya ikuti seragam bukan berdasarkan agama. kalu gini mah malah menonjolkan perbedaan bukan persatuan. ham????”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s