Jemaat GKI Yasmin Berharap Presiden SBY Mendengar

SEBANYAK 100 orang lebih anggota jemaat Gereja Kristen IndonesiaYasmin menggelar aksi damai di depan Istana Negara, Jakarta, kemarin.
Di tengah rintik hujan, ratusan orang itu tetap bersemangat mengutarakan perjuangan mereka untuk mendapatkan kembali hak menjalankan ibadah di gereja mereka.

Pendeta Simanjuntak dalam orasinya meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mendengarkan suara mereka. “Supaya beliau dibuka hati dan pikirannya untuk mengayomi,“ ujar dia, tenang. Pendeta Simanjuntak mempertanyakan diskriminasi yang terjadi terhadap mereka.

Menurut dia, puluhan tahun Indonesia sudah terbebas dari penjajahan, namun kenyataannya masih ada yang terlupakan, khususnya di bawah pemerintahan SBY-Boediono saat ini. “Masih ada penjajahan rohani di tengah umat,“kata dia.

Juru bicara jemaat GKI Yasmin, Dwiati Novita Rini, mengatakan kedatangan mereka kemarin sebagai simbol bahwa mereka tak lagi mempunyai tempat untuk menjalankan ibadah. Kemarin, ibadah yang belakangan dilakukan di rumah salah satu anggota jemaat tak jadi dilaksanakan karena sudah diduduki para pendemo.“Pindah ke rumah jemaat, kami juga dikejar, diganggu, diteriaki,“kata dia, kecewa.

Ia berharap upaya mereka kali ini didengarkan oleh pemerintah pusat, yang segera langsung turun tangan menyelesaikan masalah ini. “Semoga Presiden SBY mengambil sikap tegas,“ ujarnya.

Jemaat GKIYasmin juga berharap Kepolisian RI bersikap tegas menegakkan hukum dalam menjaga dan menangani kisruh perkara izin mendirikan bangunan (IMB) GKI Yasmin. Jemaat menagih pernyataan Kepolisian yang kerap mengklaim diri bersikap netral dalam setiap konflik horizontal.“Mereka (polisi) bilang merasa diri netral, tapi ada massa yang bawa bambu dan punya niat untuk melukai tidak dihentikan,” kata juru bicara GKI Yasmin, Bona Sigalingging.

Bona menyatakan, pembiaran yang dilakukan kepolisian sangat sulit diterima. Bila hanya sekadar demo, menurut Bona, kepolisian dapat bersikap persuasif karena ada dasarnya, yaitu undang-undang menyatakan pendapat. Tetapi sikap polisi menjadi aneh karena tidak tegas menindak orangorang yang secara langsung menyerang jemaat GKI Yasmin.“Seharusnya polisi berpegang pada hukum dan menjalankan tugas untuk melindungi,”katanya.

Menteri Agama, menurut Bona, juga sudah memberi tanggapan, kasus GKI Yasmin bukanlah kasus agama melainkan kasus hukum. Karena itu, pemerintah tinggal melakukan eksekusi terhadap keputusan Mahkamah Agung yang sudah ada.

Semakin lama eksekusi keputusan ini, menurut Bona, akan semakin tampak adanya bentuk dukungan terhadap penolakan kelompok radikal tak toleran. Ia juga menyatakan kelompokkelompok tak toleran ini tidak dapat dibiarkan karena akan menyebabkan

efek yang besar dan lebih parah berupa gerakan anarkistis.

Sebelumnya, Sekretaris Departemen Hak Asasi Manusia Partai Demokrat, Rachland Nashidik, menyatakan tidak tersedia dasar hukum yang cukup bagi Presiden untuk melakukan intervensi.
“Dalam era otonomi daerah saat ini, Presiden tidak bisa memecat kepala daerah yang melanggar konstitusi sekalipun,“katanya.

Rachland menyatakan, sebetulnya dalam kasus ini Wali Kota Bogor Diani Budiarto yang harus bertanggung jawab karena sudah mengeluarkan keputusan pencabutan IMB.Namun pemecatan baru mungkin dilakukan melalui persetujuan dan inisiatif partai-partai di DPRD setempat.“Sampai hari ini, tak satu pun parpol memerintahkan impeachment pada Wali Kota Bogor,“kata Rachland.

Jumlah anggota jemaat GKI Yasmin berdasarkan data 2004 mencapai 350 orang. Saat ini diperkirakan sudah mencapai sekitar 500 orang.Anggota jemaat ini tidak hanya berasal dari orangorang yang tinggal di kompleks Taman Yasmin, tetapi juga dari beberapa perumahan yang letaknya berdekatan, seperti Taman Cimanggu dan Bukit Cimanggu Villa.

Sumber: Tempo 30 Janauri 2012

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s