Tangan Asing di Balik Oposisi

Brussels, Selasa – Keberhasilan oposisi Libya menerobos ke Tripoli setelah enam bulan aksi militer yang membuat frustrasi menyingkap banyak rahasia di baliknya. Adanya tangan-tangan asing, baik NATO maupun kekuatan yang tidak kelihatan lainnya, telah menopang pencapaian oposisi itu.

Mengutip diplomat di markas Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) di Brussels, Belgia, Associated Press, Selasa (23/8), melaporkan, negara sekutu dan bukan sekutu berada di balik oposisi. Pasukan oposisi yang lemah dalam semua hal, baik personel maupun senjata, bisa menghadang pasukan yang lebih kuat dan loyalis Moammar Khadafy.

Pasukan-pasukan rahasia, tentara bayaran, dan aset-aset intelijen Amerika Serikat dilibatkan penuh dalam satu rantai kegiatan penyamaran. Mereka terpisah dari struktur NATO yang memulai intervensi militernya sejak 31 Maret setelah ambil alih dari Perancis, Inggris, dan AS. Mereka adalah bagian dari kekuatan asing yang tak kelihatan.

Pengeboman tepat sasaran oleh NATO melumpuhkan semua fasilitas komunikasi dan gudang senjata penting Khadafy. Jumlah pesawat pembunuh tak berawak terus ditingkatkan mengawal oposisi. Tangan-tangan tak tampak ini membantu oposisi menjadi pasukan penyerbu jantung pertahanan Khadafy di Tripoli.

Para diplomat mengakui, tim rahasia Perancis, Inggris, dan negara-negara Eropa Timur memberikan bantuan penting bagi oposisi. Mereka mengambil mandat NATO dari AS untuk melindungi rakyat sipil Libya. Bantuan meliputi logistik, penasihat keamanan, mengendalikan kekuatan udara untuk oposisi. Juga bantuan operasi intelijen, analisis atas dampak kerusakan, dan tenaga ahli di bidang lainnya.

Diplomat di markas NATO di Brussels menyebutkan, CIA dan badan-badan intelijen AS lainnya telah lebih dahulu mengumpulkan semua informasi penting di daerah-daerah konflik Libya. Mereka memiliki jaringan kuat, mudah memperoleh akses, karena pernah bekerja dengan Khadafy dalam hal kontraterorisme melawan sayap Al Qaeda dan garis keras lainnya di Libya.

Di samping itu, para penasihat militer asing di daratan Libya menjadi kunci penentu lainnya. Mereka menjadi mata-mata bagi oposisi dan membantu memberdayakan secara jitu persenjataan kuno dan serba terbatas itu dalam menyerang loyalis Khadafy.

Seorang pejabat AS yang selalu berurusan dengan masalah intelijen mengatakan, militer Qatar sebagai penuntun perang, lalu Perancis, dan penasihat militer Italia dan Inggris. Upaya ini memiliki tujuan ganda, yakni tak hanya membantu oposisi dan memantau perjuangan mereka, tetapi juga mengawasi kemungkinan adanya penyusupan oleh setiap elemen Al Qaeda yang ingin bermain di air keruh.

Kegiatan intelijen di darat diperkuat. Selain untuk meningkatkan pengawasan di darat, hal itu juga untuk menegakkan zona larangan terbang di atas Libya. Pesawat tak berawak AS selalu disiagakan untuk membantu melapangkan jalan bagi oposisi mencapai target.

Pengeboman oleh sekutu, ditambah penegakan zona larangan terbang, embargo senjata, dan patroli kapal laut di teluk Libya semuanya memberi ruang bagi oposisi mengumpulkan senjata dan amunisi. Lambat laun mereka berubah menjadi kekuatan tempur yang lebih efektif.

Pesawat tempur NATO sudah melakukan 20.000 serangan dalam lima bulan terakhir, termasuk 7.500 serangan menarget langsung pasukan Khadafy. Senin lalu, AS telah melakukan 1.200 serangan udara, menjatuhkan 262 bom, dan melancarkan 84 serangan pesawat pembunuh tak berawak.

Sementara itu, evakuasi 300 warga asing dari Tripoli terhambat. Kapal carter yang hendak menjemput mereka tidak dapat merapat ke dermaga kota itu karena tiadanya jaminan keamanan. Kapal dijadwalkan tiba, tetapi situasi keamanan memburuk.

Ribuan warga asing dalam keadaan panik. Menurut Ketua Komunikasi Media, IOM, Jean-Philippe Chauzy, semula dikira pelabuhan dikontrol oposisi. Ternyata pasukan loyalis masih kuat dan menguasai penuh kota itu. ”Kondisi keamanan di pelabuhan Tripoli memburuk, kapal tidak bisa ke dermaga,” katanya.

Ribuan migran berusaha meninggalkan Tripoli dan IOM siap untuk mengirim kapal-kapal tambahan ke kota itu dalam 48-72 jam jika kondisi keamanan membaik. Sekitar 1.700 warga Filipina, 2.000 warga Banglades, dan 2.000 warga Mesir siap meninggalkan Tripoli.

China meminta Barat bertanggung jawab ”membereskan kekacauan” di Libya. Presiden AS Barack Obama meminta Khadafy segera menyerahkan diri.

(AFP/AP/REUTERS/CNN/CAL)

Source: Kompas 24 Agustus 2011

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s