Eskalasi Kerusuhan Inggris

Kerusuhan yang cenderung bereskalasi dalam beberapa hari terakhir di London dan sejumlah kota di Inggris membuat banyak kalangan terperangah.

Amukan massa yang semula berlangsung di Distrik Tottenham di London, Sabtu lalu, merebak cepat ke seluruh London dan kemudian ke Liverpool, Birmingham, dan Bristol. Seriusnya kerusuhan antara lain terlihat dari putusan Perdana Menteri Inggris David Cameron mempersingkat liburan ke Italia. PM juga memerintahkan penambahan ribuan personel polisi untuk pengamanan.

Keadaan tampaknya mengarah ke situasi darurat. PM Cameron terpaksa mengundang parlemen yang sedang reses untuk bersidang darurat hari Kamis besok, membahas krisis yang sedang terjadi. Sejumlah kalangan terperangah oleh amukan massa yang begitu beringas.

Kerusuhan semula pecah hari Sabtu malam sebagai protes atas kematian Mark Duggan (29), dua hari sebelumnya. Ayah empat anak tersebut tewas ditembak polisi dalam operasi keamanan yang rutin dilakukan di kawasan Tottenham yang memang rawan kejahatan. Entah apa yang terjadi, pria itu melepaskan tembakan ke arah polisi dan dibalas dengan tembakan fatal oleh aparat.

Seolah tak terhindarkan, kasus kematian Duggan memancing kemarahan massa. Namun, sungguh mengentakkan karena massa begitu beringas, membakar kendaraan dan beberapa bangunan, serta menjarah. Gelombang kerusuhan selama beberapa hari terakhir digambarkan paling buruk sejak kerusuhan tahun 1985, juga di Tottenham.

Aparat kepolisian Inggris yang terkenal dekat dengan masyarakat tidak luput dari sasaran amukan massa. Aparat keamanan tampak kewalahan menghadapi gelombang kerusuhan dan aksi kekerasan itu. Puluhan anggota polisi cedera. Sekitar 40 perusuh ditahan.

Tentu saja menjadi pertanyaan, mengapa kerusuhan begitu hebat dan mengguncangkan. Distrik Tottenham termasuk kawasan padat, dihuni oleh berbagai etnis. Angka pengangguran di wilayah tersebut paling tinggi di seluruh Inggris. Juga rawan kejahatan. Para pengamat berpendapat, kematian Duggan hanyalah pemicu, tetapi akar persoalannya terletak pada isu kesenjangan ekonomi.

Sekalipun Inggris dikenal sebagai negara industri maju, persoalan kesenjangan sosial ekonomi tetap ada dan menjadi isu sensitif. Masalah kesenjangan semakin terasa belakangan ini sebagai dampak krisis ekonomi yang mengguncang Uni Eropa dan Amerika Serikat.

Kedodoran tampaknya tidak hanya berlangsung dalam bidang ekonomi, tetapi juga sosial keamanan. Aparat keamanan Inggris, misalnya, tampak kewalahan menghadapi keberingasan kaum perusuh. Sudah pasti pula, kerusuhan di Inggris hanya menambah suram dan panasnya gambaran dunia, yang mudah dilanda konflik, kerusuhan, kesenjangan sosial, dan krisis ekonomi.

Sumber: Tajuk Rencana Kompas 10 Agustus 2011

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s