Inilah Athiyyah Laila Yang Dibantah oleh Anas Terlibat Hambalang

ipr_131109_isterianasInilah Athiyyah Laila. Garis keturunan Athiyyah mengakar di Nahdlatul Ulama. Ayahnya, KH Attabik Ali, merupakan pemilik Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta. Sedangkan sang kakek, KH Ali bin Maksum bin Ahmad, adalah ulama kondang dari Lasem, Jawa Tengah. Nah, kakek Athiyyah sendiri lahir dari keluarga ulama keturunan Sayyid Abdurrahman alias Pangeran Kusumo bin Pangeran Ngalogo alias Pangeran Muhammad Syihabudin Sambu Digdadiningrat alias Mbah Sambu. Beberapa tokoh Nahdlatul Ulama, seperti Abdurrahman Wahid, Cholil Bisri, juga Mustofa Bisri, pernah menjadi murid Mbah Sambu.

Athiyyah menikahi Anas Urbanigrum pada 10 Oktober 1999 di Yogyakarta. Sampai sekarang mereka sudah mendapat empat orang anak.

Istri mantan ketua umum Partai Demokrat ini lulusan D3 Manajemen Pemasaran Universitas gajah Mada. Dia masuk angkatan 1994 dan lulus pada 1998. Selepas lulus dan menikah, Athiyyah memilih menjadi ibu rumah tangga. Dia mengurus anak-anaknya sendiri tanpa pembantu.

Nama Athiyyah dikenal publik setelah namanya disebut-sebut dalam perkara korupsi yang melibatkan Nazaruddin dan suaminya, Anas Urbaningrum. M Nazaruddin, terdakwa kasus suap Wisma Atlet SEA Games, Palembang, pernah menyatakan bahwa PT Dutasari adalah perusahaan yang bekerja sama dengan PT Adhi Karya, pengelola proyek Hambalang, menyediakan duit untuk memenangkan Anas dalam pemilihan Ketua Demokrat di Bandung, 2010. Athiyyah sendiri adalah pemilik saham PT Dutasari Citralaras pada 2008. Sekretaris PT Adhi Karya, Kurnadi Gularso, pun membenarkan kerjasama Dutasari dengan Adhi Karya. “Dutasari mengerjakan proyek Adhi sudah sejak lama,” kata Kurnadi.

Ihwal keterlibatan Athiyyah di Dutasari karena Machfud Soeroso. Machfud bukan orang asing bagi Anas. Mereka bersahabat sejak Anas kuliah di Surabaya. Bersama istri Anas, Athiyyah Laila, Machfud mengelola PT Dutasari Citralaras. Perusahaan ini ditunjuk menjadi subkontraktor empat hari setelah Adhi Karya, yang berkongsi dengan PT Wijaya Karya, menandatangani kontrak pada 10 Desember 2010. Sangat cepat, karena perusahaan subkontraktor lain baru digandeng akhir Desember 2010 dan setelah Januari 2011.

Anas Urbaningrum sendiri membantah Athiyyah Laila, istrinya, terlibat korupsi pembangunan pusat olahraga Hambalang. “Tidak ada itu, 100 persen tidak ada,” kata Anas setelah memimpin jalan sehat bersama masyarakat di Temanggung, Jawa Tengah, Minggu, 22 April 2012. Athiyyah pada kesempatan lain juga membantah namanya masuk dalam pemegang saham Dutasari. “Saya baru dengar,” ujar Atthiyah di kediamannya, 14 Juli 2012.

Lain kesempatan, Anas di hadapan wartawan pernah kesal dengan tuduhan yang dilimpahkan ke istrinya. Seusai Athiyyah diperiksa KPK pada 26 April 2012, Anas mengenalkan istrinya. “Namanya Athiyyah Laila, saya kenalkan ya,” kata Anas kepada wartawan di halaman kantor KPK. Menurut Anas, istrinya mempunyai nama lengkap jadi jangan diberi tambahan namanya. “Tulisnya Athiyyah Laila tidak harus ditulis istri Anas, istri Anas,” ucap dia dengan wajah serius.

Athiyyah dikabarkan pernah ingin membangun hotel. Untuk mewujudkan keinginannya itu, Athiyyah menggandeng Machfud Suroso pada 2008. Bersama Machfud dan Munadi Herlambang, Athiyyah mendirikan PT Dutasari Citralaras. “Tadinya kami mau bikin hotel,” ujar Machfud di majalah Tempo, Senin, 11 Juni 2012. “Tapi tak ada bank yang mau pinjamkan modal, jadi rencana bangun hotel ditunda.”

Sumber: Tempo.co 08/11/13

Juga Baca:

Wawancara Anas: Dari Hambalang sampai Athiyyah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s