Partai Demokrat: Kalau Menjadi Beban, Saya Memilih Mundur

ANGGOTA Dewan Kehormatan Partai Demokrat, Jero Wacik, di Jakarta, Kamis (2/2), mengatakan, Partai Demokrat tetap solid karena Susilo Bambang Yudhoyono masih menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina. Kader Partai Demokrat di mana pun sesungguhnya setia kepada Yudhoyono.

Dijumpai terpisah, Kamis, di Jakarta, Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Marzuki Alie juga menegaskan kepatuhan kader Partai Demokrat kepada Ketua Dewan Pembina. Saat ditanya apakah Dewan Pembina pernah membahas permintaan agar Anas Urbaningrum mundur dari jabatan ketua umum sebab diduga terbelit perkara korupsi proyek wisma atlet yang melibatkan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin, ia tidak menjawab secara lugas.

Marzuki justru mengisahkan sikapnya saat menjadi Sekretaris Jenderal Partai Demokrat. ”Saya sampaikan kepada Pak SBY (Susilo Bambang Yudhoyono), kalau saya menjadi beban, saya memilih mundur,” ujarnya. Marzuki mengemukakan, ketika itu, ia sering bersikap keras untuk kepentingan partai, seperti terkait pemilihan umum kepala daerah. Ia mundur sebagai Sekjen Partai Demokrat sebelum menjadi Ketua DPR.

Pernyataan lugas justru disampaikan Ketua Departemen Komunikasi dan Informatika Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat Ruhut Sitompul. Ia meminta Anas untuk sementara nonaktif dari jabatan Ketua Umum Partai Demokrat. Selain untuk menyelamatkan partai, langkah itu juga dilakukan agar Anas lebih fokus menghadapi masalahnya.

”Tahu dirilah. Jangan sampai apabila suatu saat terjadi, baru mundur. Jika dipecat, tidak baik,” ujar Ruhut, Kamis. Nama Anas belakangan sering disebut dalam sidang kasus korupsi wisma atlet dengan terdakwa Nazaruddin.

Ruhut memaparkan, jika tahun 2013 Anas, misalnya, ditetapkan sebagai tersangka, padahal tahun 2014 ada pemilu, Partai Demokrat akan kesulitan. ”Apa tidak ke laut partai kami. Saya ingin dia mundur sementara,” katanya.

Jero membantah ada rapat Dewan Pembina yang membahas opsi penggantian ketua umum. Opsi apa pun yang dipilih akan diputuskan oleh Ketua Dewan Pembina. ”Yang ada adalah semua kader memperhatikan jangan sampai citra partai menurun. Apa opsinya, Ketua Dewan Pembina yang akan berpikir,” katanya.

Tetap solid

Jero mengatakan, ”Demokrat itu godfather-nya adalah Presiden SBY. Jangan khawatir karena Presiden SBY masih firm sebagai Ketua Dewan Pembina. Kader Demokrat jika ditanya setia kepada siapa, semua sampai ke daerah, termasuk Pak Anas, pasti setia kepada Pak SBY. Jadi, selama Pak SBY masih firm, kami solid.”

Menurut Jero, kehebohan pemberitaan mengenai kader yang terjerat kasus hukum itu terjadi karena Partai Demokrat saat ini adalah partai terbesar. Kader utamanya juga menjadi presiden.

Jero optimistis persoalan yang membelit Partai Demokrat bisa diselesaikan sebelum Pemilu 2014. Optimisme yang sama disampaikan Marzuki. Ia yakin, persoalan tersebut akan tuntas. Apalagi, Ketua Dewan Pembina sudah berulang kali menyampaikan pesan untuk menyelesaikan hal itu.

Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat, Hayono Isman, mengakui, permintaan Ruhut adalah pendapat pribadi dan sah saja jika disampaikan kepada Anas. Hayono juga meyakini, Anas akan mempertimbangkan pendapat itu. (WHY/NWO/TRA)

Sumber: Kompas 3 Februari 2012

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s